Home / Artikel / Parameter kualitas Air Kolam Ikan

Parameter kualitas Air Kolam Ikan

Pada umumnya  kebiasaan makan dan cara makan ikan menentukan tempat makan atau lokasi makan, waktu makan ikan, cara makan ikan, dan jenis makanan kegemaran ikan. Spesies ikan antara yang satu dengan spesies ikan lainnya memiliki kebiasaan makan dan cara makan yang berbeda. Oleh karena itu kebiasaan makan dan cara makan menentukan golongan ikan, misalnya saja ikan yang sering mencari makan di dasar perairan, baik itu perairan tawar, ataupun  laut  dimasukan pada golongan ikan demersal tapi kali ini pada ikan kolam.

Berdasarkan cara makannya, ikan dapat dibedakan dalam 5 golongan yaitu penggerogot (grazer), pemangsa (predator), penyaring (strainer), penghisap, dan parasit.

  • Ikan penggerogot (grazer)  adalah ikan yang mengambil makanan dengan cara memunguti sedikit demi sedikit secara berkelompok maupun satu per satu
  • Ikan pemangsa (predator) Ikan-ikan buas pada umumnya dapat digolongkan sebagai pemangsa atau predator
  • Ikan penyaring (strainer) Ikan penyaring adalah ikan-ikan yang mengambil makanannya dengan cara menyeser dengan mulutnya yang terbuka sambil tetap bergerak maju
  • Ikan pengisap adalah ikan-ikan yang cara mengambil makanannya dengan jalan mengisap lumpur atau pasir di dasar perairan
  • Ikan parasit adalah ikan-ikan yang mendapatkan makanannya dengan jalan mengisap sari makanan dari dalam tubuh ikan atau hewan lain dalam keadaan segar sewaktu ikan korbannya masih hidup.

Adapun umpan / pakan yang mempengaruhi suhu, pH air, dan Kelembapan udara disekitar kolam

* Sumber Cuplikan : http://www.fishyforum.com/fishyfresh/fishypond/fishybait/48472-pengaruh-umpan-suhu-ph-air-dan-kelembapan-udara-disekitar-kolam.html

Parameter kualitas Air Kolam Ikan

Faktor- faktor kekeruhan dan yang dapat menimbulkan warna dalam air ditentukan oleh:

  • Benda-benda halus yang disuspensikan (seperti lumpur dsb).
  • Jasad-jasad renik yang merupakan plankton.
  • Warna air (yang antara lain ditimbulkan oleh zat-zat koloid berasal dari daun-daun tumbuhan yang terektrak).

Air yang keruh dapat menyebabkan:

  • rendahnya kemampuan daya ikat oksigen;
  • berkurangnya batas pandang ikan;
  • selera makan ikan berkurang, sehingga efisiensi pakan rendah; serta
  • ikan sulit bernafas karena insangnya tertutup oleh partikel- partikel lumpur.

Faktor -faktor yang mempengaruhi suhu air

Air sebagai lingkungan hidup organisme air relatif tidak begitu banyak mengalami fluktuasi suhu dibandingkan dengan udara, hal ini disebabkan panas jenis air lebih tinggi daripada udara. Artinya untuk naik 1° C, setiap satuan volume air memerlukan sejumlah panas yang lebih banyak dari pada udara. Pada perairan yang lebih dangkal akan menunjukkan fluktuasi suhu air yang lebih besar dari pada perairan yang yg lebih dalam. Sedangkan organisme memerlukan suhu yang stabil atau fluktuasi suhu yang rendah. Agar suhu air suatu perairan berfluktuasi rendah maka perlu adanya penyebaran suhu. Hal tersebut tercapai secara sifat alam antara lain sebagai berikut.

  • Penyerapan (absorbsi) panas matahari pada bagian permukaan air.
  • Angin, sebagai penggerak permindahan massa air.
  • Aliran vertikal dari air itu sendiri, terjadi bila disuatu perairan terdapat lapisan suhu air yaitu lapisan air yang bersuhu rendah akan turun mendesak lapisan air yang bersuhu tinggi naik ke-permukaan perairan. Selain itu, suhu air sangat berpengaruh terhadap jumlah oksigen terlarut di dalam air. Jika suhu tinggi, air akan lebih lekas jenuh dengan oksigen dibanding dengan suhunya rendah.

Suhu air pada suatu perairan dapat dipengaruhi oleh musim, lintang (latitude), ketinggian dari permukaan laut (altitude), waktu dalam satu hari, penutupan awan, aliran dan kedalaman air. Peningkatan suhu air mengakibatkan peningkatan viskositas, reaksi kimia, evaporasi dan volatisasi serta penurunan kelarutan gas dalam air seperti O2, CO2, N2, CH4, dan sebagainya. Untuk mendapatkan kolam ikan yang sehat, Anda harus menjaga kondisi airnya dalam keadaan selalu baik dan sehat. Kondisi air kolam sehat akan membuat ikan tidak mudah sakit. Setidaknya ada empat parameter kualitas air yang perlu diperhatikan agar kolam Anda selalu dalam kondisi sehat.

Empat parameter itu meliputi suhu air, keasaman dan kebasaan, kandungan oksigen, dan kandungan garam. Simak catatan tentang empat parameter tersebut:

1.Suhu air

Suhu air bisa mempengaruhi pertumbuhan vegetasi air dan permintaan oksigen di dalam kolam. Peningkatan suhu air akan menyebabkan oksigen berkurang. Selain itu, tanaman dan ikan akan membutuhkan oksigen lebih banyak karena tingkat respirasinya meningkat.
Pada dasarnya, ikan seperti ikan lokal tidak memiliki masalah dengan suhu. Umumnya, ikan kuat menghadapi perubahan suhu. Hanya, jika ikan didatangkan dari luar, maka harus beradaptasi dengan air di Indonesia.
Perubahan suhu air bisa mengakibatkan perubahan kebiasaan ikan. Semakin dingin, maka nafsu makan dan pertumbuhannya justru melambat.
Dalam kondisi ini apabila jumlah umpan masuk ke dalam kolam terlalu banyak dan tidak dimakan akan membusuk dan membuat air terkontaminasi.

2. Keasaman dan kebasaan

Keasaman atau kebasaan air diukur dengan pH meter. Keasaman adalah salah satu faktor penting kualitas air yang mempengaruhi kesehatan ikan. Derajat keasaman diukur oleh kuantitas hidrogen dan hidroksil yang ada di air kolam. Skala pengukurannya dari 1 – 14. Jika ion hidrogen terlalu banyak maka pH terlalu asam. Sedangkan jika hidroksilnya lebih tinggi maka air terlalu basa.

Air kolam ikan umumnya membutuhkan derajat keasaman 6,9 – 8. Angka ini mendekati nilai normal derajat keasaman. Ada banyak kemungkinan mengapa nilai pH di bawah atau di atas nilai normal. Seperti banyaknya asam karbon dari sisa metabolisme ikan, hal ini dipicu filter yang tidak bekerja baik, serta air kolam tidak rutin diganti.

3.Kandungan oksigen

Kandungan oksigen di dalam air harus mencukupi. Kurang kadar oksigen, maka akan menyebabkan kematian ikan.
Kandungan oksigen terkait suhu air, sehingga apabila ada kenaikan suhu air, maka kandungan oksigennya turun, dan demikian sebaliknya. Turunnya kadar oksigen bisa disebabkan jumlah tanaman air yang tidak seimbang.
Banyaknya ikan di dalam kolam, serta sirkulasi air yang tidak baik saat masuk ke dalam filter juga menyumbang berkurangnya oksigen. Untuk menjaga kestablian kadar oksigen, buatlah sistem aerasi yang baik.

4.Kandungan garam

Meski kolam ikan berisi air tawar, kandungan airnya boleh mengandung sedikit garam. Guna garam untuk menetralkan zat amonia dan nitrat.
Amonia adalah limbah yang dihasilkan melalui pembusukan kotoran ikan. Dalam kadar tertentu dapat membahayakan ikan tersebut. Kadar garam yang diijinkan adalah 0,15 – 0,20 persen. Kandungan garam terlalu tinggi bisa merusak tanaman air, juga mengganggu kerja batu zeolit pada filter. Untuk mengukur kadar garam, Anda bisa menggunakan salinity meter.

Eiit .. Tunggu dulu !! Baca Juga ...

Upaya Penanggulangan Pencemaran Pestisida

Bagaimana cara untuk meningkatkan produksi pertanian disamping juga menjaga keseimbangan lingkungan agar tidak terjadi pencemaran …

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.