Artikel

Upaya Penanggulangan Pencemaran Pestisida

Bagaimana cara untuk meningkatkan produksi pertanian disamping juga menjaga keseimbangan lingkungan agar tidak terjadi pencemaran akibat penggunaan pestisida yang dapat mengganggu stabilitas lingkaungan pertanian.
Untuk itu perlu diketahui peranan dan pengaruh serta penggunaan yang aman dari pestisida dan adannya alternatif lain yang dapat menggantikan peranan pestisida pada lingkungan pertanan dalam mengendalaikan hama, penyakit dan gulma.

Upaya Penanggulangan Pencemaran Pestisida

Pencemaran dari residu pestisida sangat membahayakan bagi lingkungan dan kesehatan, sehingga perlu adannya pengedalian dan pembatasan dari penggunaan pestisida tersebut serta mengurangi pencemaran yang diakibatkan oleh residu pestisida. Kebijakan global pembatasan penggunaan pestisida sintetik yang mengarah pada pemasyarakatan teknologi bersih ( Clean Technology ) yatu pembatasan penggunaan pestisida sintetik untuk penangan produk-produk pertanian terutama komoditi andalan untuk eksport. dalam hal ini berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi dampak negatif pestisida dan mencegah pencemaran lebih berlanjut lagi.
Untuk itu upaya penanggulan pencemaran Pestisida bisa dilakukan sebagai berikut :

  • Peraturan dan pengarahan kepada para pengguna
  • Penelitian yang mendukung kepada Usaha Pelestarian Lingkungan
  • Pengendalian Hayati Biologi

Dalam pertanian berkelanjutan, petani harus belajar dan meninggalkan metode produksi yang memakai banyak bahan kimia. Memakai cara rotasi tanam, menanam kacangan dan rumput untuk mengisi persediaan, merawat tanah dengan pupuk dan kompos, serta mendaur ulang bahan organik. Pendekatan ini akan melindungi tanah dan mencegah pencemaran adan pencucian pupuk/bahab kimia dari tanah ke aliran sungai.

Show More

Related Articles

Permintaan Penawaran

Segera lakukan permintaan penawaran sekarang juga untuk mendapatkan harga khusus!

Nama Anda (wajib)

Email (wajib)

Nomor handphone (wajib)

Pesan Anda / Produk yang diminta

[recaptcha]

Tinggalkan Balasan

Close
Close